Latest News
Kumpulan Catatan Bisnis
Noer Rachman Hamidi
on behalf of www.nuraria.com
Call/SMS/WA: 0816-289719
Phn: 021-87782118 | Fax: 021-87782119
Email: nrachmanbiz@gmail.com
Chat_me: tawk.to/nrachmanbiz
Website: http://www.nrachman.biz
Facebook: facebook.com/nrachmanbiz
Fanpage: facebook.com/noer.rachman.hamidi

Pemimpin yang suka Berbohong

Pemimpin yang suka Berbohong
Pemimpin yang suka Berbohong
Ada seorang pemimpin yang gemar berbohong, kemudian saat kebohongannya diungkap di depan rakyatnya ia justru marah dan menghabisi orang yang mempermalukannya itu. Siapakah dia? Dialah Namruz.

Namruz membuat kebohongan bahwa ia adalah tuhan bagi rakyatnya. Kemudian datanglah Nabi Ibrahim menantang sang raja di hadapan orang banyak untuk menghidupkan dan mematikan.

Namruz lantas menghadirkan dua orang dari kalangan rakyatnya sendiri. Dengan mudahnya ia menjatuhkan hukuman mati kepada salah satunya dan membebaskan yang satu lagi. Nyawa rakyat tak ada harganya di mata sang raja.

Tentu saja hal ini bukan perbuatan menghidupkan dan mematikan. Ia hanya membiarkan hidup dan membiarkan mati.

Namruz tidak peduli, orang-orang dipaksa mengakui kekuasaan tersebut. Lalu Nabi Ibrahim kembali menantang apakah ia kuasa untuk menerbitkan matahari dari barat dan menenggelamkan ke timur. Kali ini Namruz pun kalah.

Tapi sang raja tetap tidak mau mengakui kekalahan. Dia justru menangkap Nabi Ibrahim karena merasa kedudukannya sebagai raja terancam. Hal ini diabadikan dalam Surat Al-Baqarah ayat 258.

Nabi Ibrahim tak punya kekuatan melawan sang raja. Ia hanya seorang diri, sedangkan Namruz mengendalikan seluruh perangkat negeri, mulai dari para prajurit kerajaan hingga para hakim kerajaan.

Allah menempatkan kekasih-Nya itu dalam keadaan yang sangat tersudut. Allah menguji Nabi Ibrahim hingga pada titik di mana tak ada satupun tempat bergantung dan memohon pertolongan kecuali hanya kepada-Nya.

Dalam keadaan seperti inilah, Nabi Ibrahim menyerahkan sepenuhnya kepada Allah. Ia sudah total bergantung hanya kepada Allah. Ia sudah merasa cukup bahwa Allah sajalah yang menjadi Penolongnya. Seperti disebutkan Rasulullah,

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ قَالَهَا إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَام حِينَ أُلْقِيَ فِي النَّارِ

“Hasbunallah wa Ni’mal Wakil adalah suatu kalimat yang dibaca oleh Nabi Ibrahim ketika dilempar ke dalam api yg membara,"

(Hadist Riwayat Bukhari)

Sejarah pun mencatat, bahwa Allah akhirnya menolong Nabi Ibrahim dan menggulingkan penguasa yang gemar berbohong tersebut. Ketika sang raja menunjukkan kekuasaannya, maka Allah juga menunjukkan Kekuasaan-Nya.

Suatu hari nanti kita juga akan merasa telah berada pada titik di mana tak ada satupun tempat bergantung dan memohon pertolongan kecuali hanya kepada-Nya.

Jika hari itu tiba, marilah kita ikuti jejak Nabi Ibrahim untuk total bergantung kepada Allah. Sehingga Allah pun akan menunjukkan Kekuasaan-Nya kepada sang raja yang sedang menunjukkan kekuasaannya.


Ust. Arafat