Latest News
Kumpulan Catatan Bisnis
Noer Rachman Hamidi
on behalf of www.nuraria.com
Call/SMS/WA: 0812-8000-7019
Phn: 021-87782118 | Fax: 021-87782119
Email: nrachmanbiz@gmail.com
Chat_me: tawk.to/nrachmanbiz
Website: http://www.nrachman.biz
Facebook: facebook.com/nrachmanbiz
Fanpage: facebook.com/noer.rachman.hamidi

Penemu Mesin Jam.

Penemu Mesin Jam.
Bila Anda mencari siapa penemu mesin jam yang sangat canggih yang mulai di hasilkan oleh para ‘Tukang Insinyur’ di barat lebih dari se abad lalu itu, kemungkinan besarnya Anda tidak menemukannya. Karena mesin jam yang canggih tersebut tidak ditemukan oleh para ‘Tukang Insinyur’ di dunia barat, tetapi dihasilkan oleh ‘Tukang Insinyur’ Muslim sekitar 7 abad sebelumnya.

Pengakuan ini dapat Anda temukan di Swiss - pusatnya industry jam yang tidak terkalahkan oleh negara lain lebih dari satu abad. Di sebuah museum jam Musée d'Horlogerie du Locle, Château des Monts, in Le Locle, Switzerland terdapat reproduksi sebuah jam karya abad pertengahan yang disebut jam gajah (elephant clock). Hanya ada dua jam karya ‘Tukang Insinyur’ Muslim abad pertengahan ini yang kini bener-bener hidup, yaitu yang satu lagi di Ibn Battuta Mall di Dubai.

Tetapi siapa penemu jam ini sesungguhnya ?, inilah sumber inspirasinya. Jam gajah adalah salah satu karya saja dari ‘Tukang Insinyur’ Muslim yang bernama Abu al-'Iz Ibn Isma'il ibn al-Razaz al-Jazari (1136–1206), dia-lah penemu berbagai mesin canggih – bahkan untuk ukuran jaman ini sekalipun.

Temuan-temuan ini kemudian dia bukukan dalam kitab permesinan yang sangat komprehensif dengan judul Kitáb fí ma'rifat al-hiyal al-handasiyya (Buku Pengetahuan Tentang Alat-alat Mekanik yang Cerdas).

Tetapi dari mana Al-Jazari bisa begitu cerdas dengan sejumlah karyanya tersebut ?, dari mana dia belajar ?. Saya terus terang belum sempat meneliti detil Riwayat Hidup – Al-Jazari ini. Tetapi yang jelas dia adalah orang shaleh yang hidup sejaman dengan Shalahuddin Al-Ayyubi (1137-1193) atau yang dikenal dengan Generasi Shalahuddin. Yaitu suatu jaman ketika Islam lagi berjaya dan bangkit lagi dari keterpurukannya. Jaman di mana umat ini kembali pada tuntunan Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk dan rujukannya untuk segala macam ilmu pengetahuan dan urusan. Maka sangat bisa jadi, Al-jazari yang shaleh ini menemukan mesin-mesinnya yang canggih tersebut dari sumber inspirasi yang sama yaitu Al-Quran. Subhanallah...
Bila mesin jam tangan , mesin mobil dan berbagai permesinan lainnya mencontoh cara kerja atom dan tata surya – bahkan di bidang permesinan dikenal istilah planetary gear – karena memang mirip cara kerja planet !, InsyaAllah system yang sama pasti juga bisa dicontoh untuk ‘mesin-mesin’ lainnya seperti mesin ekonomi misalnya.

Bahwa mesin ekonomi mirip tata surya dan atom, ‘gear’ yang besar tidak boleh berputar sendirian atau berputar hanya sesama ‘gear’ yang besar, dia harus memutar ‘gear-gear’ yang kecil – ini juga sudah ada petunjukNya yaitu antara lain melalui ayatNYA:
“… supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. ...” (QS 59 :7).

Nah sekarang kita tahu, untuk menghasilkan mesin-mesin ekonomi yang canggih – diperlukan ‘Tukang Insinyur’ yang mampu membuat dan merangkai berbagai ‘gear’ dengan berbagai ukuran dan berbagai fungsi, kemudian meng-integrasikan-nya dalam suatu system untuk tujuan kerja yang sama. Tetapi siapa ‘Tukang Insinyur’ di bidang ekonomi ini ?. Dia haruslah tidak berada di menara gading dengan ilmu, ulasan dan analisanya. Dia berada blasukan dan ngulik di lapangan, dia menemukan masalah dan mengatasinya sampai tuntas, dia tidak hanya menenerawang peluang, tidak hanya mengidentifikasi potensi, tetapi dia bekerja keras untuk memberi solusi. Itulah inti dari entrepreneur atau ‘Tukang Insinyur’ di bidang teknologi dan ekonomi..! Wallahu A'lam.