Latest News
Kumpulan Catatan Bisnis
Noer Rachman Hamidi
on behalf of www.nuraria.com
Call/SMS/WA: 0812-8000-7019
Phn: 021-87782118 | Fax: 021-87782119
Email: nrachmanbiz@gmail.com
Chat_me: tawk.to/nrachmanbiz
Website: http://www.nrachman.biz
Facebook: facebook.com/nrachmanbiz
Fanpage: facebook.com/noer.rachman.hamidi

Haruskah kita menjadi Penonton?

Haruskah kita menjadi Penonton?
“Tidak akan lapar penghuni rumah yang memiliki kurma” (HR Muslim, Hadits no 3811)“

“Wahai ‘Aisyah ! rumah yang di dalamnya tidak ada kurma, maka penghuninya akan lapar. Wahai ‘Aisyah ! rumah yang di dalamnya tidak ada kurma, maka penghuninya akan lapar” Beliau mengucapkannya sebanyak dua atau tiga kali”(HR Muslim, Hadits no 3812)

Bagaimana kira-kira sikap kita dengan hadits tersebut ?, Oh itu solusi untuk orang Arab ?, tidak !, agama ini adalah rahmatan lil-alamin – rahmat bagi seluruh alam. Kebenaran ayat-ayatNya dan petunjuk RasulNya berlaku untuk orang Arab dan berlaku juga bagi seluruh dunia. Artinya kalau kurma mencegah kelaparan di dua hadits tersebut, itu berarti berlaku bagi seluruh dunia bahwa kurma memang benar-benar dapat mencegah kelaparan.

Yang mungkin akan segera disangkal justru oleh para ahli pertanian dan ahli pangan adalah kurma bukan tanaman kita, belum tentu cocok di tanah kita, tidak cocok untuk makanan kita dlsb. dlsb. Bisa jadi pendapat mereka betul semua berdasarkan cakupan ilmu mereka. Tetapi bila cakupan ilmu itu kita perluas sedikit saja, semua sangkalan itu menjadi lebih mudah dicarikan jawabannya.

Di Chiang Mai – Thailand yang agro klimatnya mirip dengan daerah-daerah Indonesia pada umumnya – kurma justru memberikan hasil terbaik untuk setiap pohonnya. Negeri Jiran kita Malaysia sudah lebih dari 12 tahun pula berhasil dengan sukses mengembang biakkan kurma di wilayah yang mereka masih jaga kerahasiaannya – barangkali takut dengan negeri jirannya (kita !) akan melangkah lebih cepat bila kita juga tahu - karena kita punya lahan yang lebih luas dan human resources yang lebih banyak.

Lalu bagaimanakah dengan kita? Apakah kita hanya mau jadi penonton? Ataukah menjadi pemain yang insyaAllah dapat memakmurkan umat?

Kita harus pintar dalam mengidentifikasi kekuatan-kekuatan yang kita miliki dan yang tidak dimiliki atau kurang dimiliki pesaing kita di 9 negara ASEAN lainnya. Di sektor-sektor agro-based products, rubber-based products, fisheries, wood-based products, food, agricultural and forestry mestinya kita bisa unggul karena mayoritas resources-nya ada di kita.

‘Alhamdulillahi ‘ala kulli haal’, InsyaAllah pasar dan basis produksi tunggal ASEAN (AEC) bukan hanya ancaman bagi kita – tetapi tetap bisa menjadi peluang yang tidak kalah menariknya. Untuk ini kita perlu kerja keras, kerja cerdas dan tentu selalu memohon petunjuk dan pertolonganNya !.